Guyonan Suroboyoan

Jam wolu isuk2, ... telpon nang mejo bioskop 21 muni....kriiiing...!!

Petruk : Halloow cak..... aku arep takok, bioskop bukak jam piro....?

Penjaga : jam siji cak.

Petruk : Iso buka jam songo ta cak????

Penjaga : Gak iso...... biasa jam siji bukae.

Jam 11 telpon muni maneh......

Kumpulan Video Arab Lucu - Ngakak Pooollll

Bangsa Arab selain dikenal sebagai bangsa yang Islami juga dikenal mempunyai rasa humor yang tinggi, sebagai selingan postingan humor Abu Nawas kali ini kami berbagi kumpulan video lucu Arab, yang dapat anda tonton langsung disini atau di youtube lewat link di bawah ...

Kalau anda ingin ketawa sambil ngakak terguling-terguling atau bahkan ngakak sambil terjungkal-jungkal.. jangan lewatkan video di bawah ini...


Abu Nawas Sunat - Seri Wayang Golek

Bukan hanya terkenal di negeri asalnya cerita humor Abu Nawas, di Negeri Nusantara Abu Nawas dikenal sebagai sosok yang cerdas, religius, dan humoris, itupun ditangkap oleh para seniman Nusantara, nah kali ini mari kita tonton sebuah pertunjukan Wayang Golek dengan cerita Abu nawas Sunat, yang pasti video ini lucu banget, meskipun diantara kita banyak yang tidak memahami bahasa dalam cerita wayang tersebut, tetapi saya yakin anda akan menikmati cerita lucunya...


Biografi Abu Nawas

Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya. Abu Nawas merupakan seorang pujangga Arab dan dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam. Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.

Masa mudanya penuh perilaku kontroversial yang membuat

Abu Nawas Melawan Arus

Abu Nawas orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang Badui Padang Pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. Ia juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. Ia sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.

Mari kita mulai kisah penggeli hati ini. Bapaknya Abu Nawas adalah Penghulu Kerajaan Baghdad bernama Maulana. Pada suatu hari bapaknya Abu Nawas yang sudah tua itu sakit parah dan akhirnya meninggal dunia. Abu Nawas dipanggil ke istana. Ia diperintah Sultan (Raja) untuk mengubur jenazah bapaknya itu sebagaimana adat Syeikh Maulana. Apa yang dilakukan Abu Nawas hampir tiada bedanya dengan Kadi Maulana baik mengenai tatacara memandikan jenazah hingga mengkafani, menyalati dan mendo'akannya.

Maka Sultan bermaksud mengangkat Abu Nawas menjadi Kadi atau penghulu menggantikan kedudukan bapaknya. Namun, demi mendengar rencana sang Sultan. Tiba-tiba saja Abu Nawas yang cerdas itu tiba-tiba nampak berubah menjadi gila. Usai upacara pemakaman bapaknya. Abu Nawas mengambil batang sepotong batang pisang dan diperlakukannya seperti kuda, ia menunggang kuda dari batang pisang itu sambil berlari-lari dari kuburan bapaknya menuju rumahnya. Orang yang melihat menjadi terheran-heran dibuatnya.